Showing posts with label bambangharyanto. Show all posts
Showing posts with label bambangharyanto. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

Peluncuran Buku Karyaku: Biografi B.N. Wahju (Album Foto)

Hari bahagia. Perasaan seorang penulis yang kadang terasa menggelisahkan adalah menanti saat buku yang dia tulis diterbitkan. Hal itu juga menjadi bahan obrolan antara Ratih Poeradisastra dan saya, terkait dengan penulisan buku biografi tokoh pertambangan, B.N. Wahju, yang kami kerjakan secara bersama.

Ketika naskah sudah siap, diserahkan kepada penerbit, ternyata kemudian oleh sponsor dialihkan ke penerbit yang lain. Kemudian masuk pelaku baru, yaitu penyunting yang dinilai oleh penerbit  lebih mengetahui seluk-beluk dunia pertambangan, dibanding kami berdua. Keputusan yang bagus.Sangat kami hargai.

Waktu berjalan lagi. Penantian harus dijalani.

Hari kegembiraan itu toh akhirnya tiba.
Peluncuran buku B.N. Wahju : Dari Sorowako Jadi Tokoh Pertambangan Nasional (IMA, 2019), menjadi kenyataan. Pada tanggal 21 Januari 2019, bertepatan 7 tahun wafatnya sang tokoh. Peluncuran dilaksanakan di hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Terlampir beberapa foto dari acara tersebut.


Lokasi Acara. The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta
Panelis Diskusi Buku B.N. Wahju

Panelis diskusi  (ki-ka) : Djoko Daryanto, Emil Salim, Ny. Soffie Wahju,
Kuntoro Mangkusubroto,Tony Wenas dan Ratih Poeradisastra (penulis)


Prof. Dr. Emil Salim, yang merupakan sahabat dari B.N. Wahju berbagi cerita
mengenai visi sang tokoh dalam membangun perusahaan pertambangan
dengan memperhatikan lingkungan hidup.
Dia didampingi ibu Soffie Wahju dan Prof.Dr. Kuntoro Mangkusubroto.


 Berselfie bersama Bapak Emil Salim

Berfoto bersama Bapak Tony Wenas, Sekretaris Jenderal Indonesian Mining Association (IMA). Bagi pencinta musik, Tony adalah leader band Solid 80 dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kampusnya bertetangga dengan kampus saya, yakni Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Buku kedua kita. Meminjam istilah bis, kami berdua, Ratih Poeradisastra dan saya ibarat bis AKAP, antarkota antarprovinsi. Ratih tinggal di Jakarta dan saya tinggal di Wonogiri. Syukurlah, difasilitasi oleh Internet, kami bisa bekerjasama dalam penulisan buku biografi ini. Sebelumnya, kami telah menulis biografi tokoh pertambangan lainnya, Soetaryo Sigit (2016).