Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com
(1)
"Winston Churchill pernah mengatakan
bahwa ketika Anda berada di puncak,
Anda hanya perlu
memikirkan kebijakan.
Ketika Anda berada di nomor dua,
Anda harus memikirkan apa yang
dipikirkan bos Anda, dan apa yang dipikirkan musuh Anda,
sebelum Anda memikirkan kebijakan.
Dirikan perusahaan Anda sendiri,
sehingga Anda dapat mengendalikan
nasib Anda sendiri.
Ini membuat Anda menjadi yang nomor satu
sejak awal."
(2)
"Pak Beye,
membuat keputusan yang aman itu membosankan,
gampang diprediksi,
dan tidak akan membawa Anda ke mana pun.
Keputusan yang tidak aman
menyebabkan Anda berpikir dan merespons
dengan cara yang belum pernah
Anda pikirkan sebelumnya.
Dan pikiran itu akan memicu pikiran lain
yang akan membantu Anda mencapai
apa yang Anda inginkan.
Mulailah ambil keputusan yang keliru
dan hal ini akan membawa Anda ke tempat
yang hanya bisa diimpikan orang lain."
Sumber :
Paul Arden, Whatever You Think Think The Opposite (2006).
No klasifikasi : 155.2/Pau/w di Perpustakaan Umum Wonogiri.
Wonogiri, 13/3/2011
Showing posts with label susilo bambang yudhoyono. Show all posts
Showing posts with label susilo bambang yudhoyono. Show all posts
Sunday, March 13, 2011
Sunday, September 06, 2009
Menulis Untuk Mencerdaskan
Dimuat di kolom Surat Pembaca Harian Kompas Jawa Tengah
Senin, 31 Agustus 2009 : D
Esensi pendidikan adalah mempersiapkan anak didik agar mereka terus mampu belajar, sepanjang hayat. Perkembangan iptek yang cepat membuat pengetahuan dan keterampilan tiap individu juga cepat sekali usang, walau sering tidak kita sadari.
Salah satu cara belajar yang terbaik adalah menulis, karena menulis mempersyaratkan pelakunya harus juga membaca. Pembaca tidak selalu penulis, tetapi penulis pastilah seorang pembaca.
Merujuk hal penting di atas, saya menaruh salut atas kreasi guru dan murid SD Muhammadiyah Program Khusus Kotabarat Solo. Mereka mengadakan lomba menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (21/8). Ratusan surat-surat mereka itu ditempel pada spanduk putih dan surat yang terbaik akan dikirimkan kepada Presiden SBY.
Sebagai penggerak komunitas penulis surat pembaca, Epistoholik Indonesia, saya usulkan agar semua surat mereka itu didokumentasikan dalam bentuk CD atau buku dan disimpan di perpustakaan sekolah. Sehingga dokumen berharga itu tidak hanya berumur sehari.
Sekadar info, tanggal 14 Agustus 2009, saya diminta untuk memberikan motivasi kepada ratusan anak-anak pelajar, SD sd SLTA, Desa Pakisbaru, Nawangan, Pacitan. Mereka telah mendokumentasi surat-surat mereka yang ditujukan kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam bentuk buku yang menarik sebagai bacaan.*
Kreasi mereka pantas ditiru dan Epistoholik Indonesia senantiasa menyebarkan virus kegemaran menulis ini, yang dimulai dari menulis surat, untuk menggembleng generasi Indonesia agar cinta kegiatan menulis dan membaca demi terus mengasah kecerdasan diri mereka. [Surat pembaca yang dimuat telah dilakukan penyuntingan].
Bambang Haryanto
Pendiri Epistoholik Indonesia
Catatan : *Buku yang berjudul Kepada Yth. Ibu Negara di Istana Merdeka : 151 Suara Hati dari Anak Puncak Brengos Pacitan itu diterbitkan secara print on demand oleh Indonesia Buku.
kkb
Senin, 31 Agustus 2009 : D
Esensi pendidikan adalah mempersiapkan anak didik agar mereka terus mampu belajar, sepanjang hayat. Perkembangan iptek yang cepat membuat pengetahuan dan keterampilan tiap individu juga cepat sekali usang, walau sering tidak kita sadari. Salah satu cara belajar yang terbaik adalah menulis, karena menulis mempersyaratkan pelakunya harus juga membaca. Pembaca tidak selalu penulis, tetapi penulis pastilah seorang pembaca.
Merujuk hal penting di atas, saya menaruh salut atas kreasi guru dan murid SD Muhammadiyah Program Khusus Kotabarat Solo. Mereka mengadakan lomba menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (21/8). Ratusan surat-surat mereka itu ditempel pada spanduk putih dan surat yang terbaik akan dikirimkan kepada Presiden SBY.
Sebagai penggerak komunitas penulis surat pembaca, Epistoholik Indonesia, saya usulkan agar semua surat mereka itu didokumentasikan dalam bentuk CD atau buku dan disimpan di perpustakaan sekolah. Sehingga dokumen berharga itu tidak hanya berumur sehari.
Sekadar info, tanggal 14 Agustus 2009, saya diminta untuk memberikan motivasi kepada ratusan anak-anak pelajar, SD sd SLTA, Desa Pakisbaru, Nawangan, Pacitan. Mereka telah mendokumentasi surat-surat mereka yang ditujukan kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam bentuk buku yang menarik sebagai bacaan.*
Kreasi mereka pantas ditiru dan Epistoholik Indonesia senantiasa menyebarkan virus kegemaran menulis ini, yang dimulai dari menulis surat, untuk menggembleng generasi Indonesia agar cinta kegiatan menulis dan membaca demi terus mengasah kecerdasan diri mereka. [Surat pembaca yang dimuat telah dilakukan penyuntingan].
Bambang Haryanto
Pendiri Epistoholik Indonesia
Catatan : *Buku yang berjudul Kepada Yth. Ibu Negara di Istana Merdeka : 151 Suara Hati dari Anak Puncak Brengos Pacitan itu diterbitkan secara print on demand oleh Indonesia Buku.
kkb
Subscribe to:
Posts (Atom)


