Sunday, January 15, 2012

Fire Up, Endorphins dan Epistoholik

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com



Candu pena. "Keuntungan apa yang sudah diterima dari kegemaran menulis surat-surat pembaca ?"

Itulah salah satu dari sebelas butir pertanyaan yang diajukan oleh A. Bimo Wijoseno, reporter majalah Intisari, yang dikirimkan melalui e-mail, April 2004 yang lalu.

Saya jawab, bahwa seperti halnya hobi lainnya, the reward is in the doing.

Pahala, berkah atau keuntungan itu kita nikmati ketika kita mengerjakannya. Yaitu ketika menulis surat-surat pembaca itu pula.

Menyelesaikan sebuah surat pembaca nikmatnya setara saat kita usai berolah raga. Yaitu ketika otak kecil kita mengeluarkan endorphins atau encephalins (morfin alamiah, pain-relieving substances yang dikeluarkan oleh otak) yang memberikan rasa nikmat, segar, sejahtera dan diimbuhi perasaan berguna bagi orang lain (pembaca).

Tak mudah lupa. Terlebih lagi, aktivitas menulis itu juga punya berkah otomatis lainnya : ilmu atau pengetahuan yang baru kita tuliskan itu segera semakin melekat untuk menjadi milik pribadi kita. Pengetahuan itu lebih dalam membekas pada memori kita, dibanding bila kita hanya membacanya.

Thomas L. Madden dalam bukunya F.I.R.E – U.P. Your Learning : Bangkitkan Semangat Belajar Anda – Petunjuk Belajar Yang Dipercepat Untuk Usia 12 Tahun Keatas (Gramedia, 2002), memberi petunjuk hebat : gunakan segera pengetahuan baru Anda itu agar tidak mudah lupa.

Gunakan pula info yang sama melalui cara yang berbeda-beda.

Sebab semakin variatif pemanfaatannya akan semakin banyak tercipta koneksi dalam otak kita yang semakin memudahkan kita bila diperlukan untuk mengingatnya kembali.

Apalagi bila tulisan kita itu bisa dimuat, dipublikasikan, muncul kenikmatan ekstra lainnya. Semua itu, terentang dari aktivitas membaca, menulis dan menikmati publikasi, ibaratnya berpadu menjadi candu yang teramat mengasyikkan.

Bukankah novelis Perancis, Stendhal (1783-1842), telah berujar bahwa : for those who have tasted the profound activity of writing, reading is no more than a secondary pleasure ?


Wonogiri, 16/1/2012

No comments:

Post a Comment