Sunday, April 28, 2013

Anez 50 Tahun, Perpustakaan Pribadinya dan Kenangan

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com



Raja Hassan dari Maroko.
Norodom Sihanouk. Hun Sen.
Uskup Belo. Jenderal Cosgrove.
Xanana Gusmao.

Foto-foto hitam putih tokoh-tokoh dunia itu terpajang rapi di dinding. Masing-masing foto dilengkapi caption, meliputi data nama tokoh dan tanggal peristiwa. Tentu saja, para tokoh dunia itu berpose bersama sang empunya rumah,Bapak Taufik R. Soedarbo.


Desember 2011, saya bisa memotreti foto-foto itu. Juga sambil meneruskan mengobrol dengan Pak Taufik yang sedang mengikuti siaran CNN dari televisi yang ada di ruang perpustakaan pribadi beliau itu.


Ketika di tahun 1986-1987, ruang satu ini belum pernah saya masuki. Hanya di ruang sebelahnya, tempat saya menonton acara “Aneh Tapi Nyata”-nya TVRI bersama putrinya, Widhiana Laneza. Juga berdiskusi kecil apakah acara itu perlu ada terjemahannya atau tidak.
 
YOGYA 1987. Anez (dua dari kiri) bersama teman se-angkatan Arkeologi UI 1982 dalam tur ke Yogyakarta, Agustus 1987.


CAP PRIBADI. Kegemaran Anez terhadap buku sampai ia membuat cap pribadi untuk buku-bukunya.

WARISAN. Sebagian koleksi perpustakaan pribadi Anez di Cilandak, Jakarta.


BERBAGI CANDA. Buku saya Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (2010) sedang dibaca-baca oleh Bapak Taufik R Soedarbo, Desember 2011.

DORONGAN. Dengan tulisan tangan yang rapi, Pak Taufik menggoreskan pesan dan harapan untuk saya, juga untuk masa depan bangsa Indonesia.

Tidak percaya. Ruang keluarga merupakan tempat paling berkesan. Saya pertama kali main ke rumah yang asri dan rindang di Cilandak ini tahun 1986 dan langsung “diterjunkan” oleh Anez untuk hadir di tengah ayah dan ibunya, Ibu Bintari, di meja makan. Makan malam yang diwarnai rasa gugup, gembira, juga rasa tak percaya. Anez  saat itu mengenalkan saya sebagai “ini orang Jawa asli” kepada bapak dan ibunya.

Di ruang ini pula, November 2011, saya bisa bertemu kembali dengan Pak Taufik. Pertemuan pertama sejak tahun 1987. 

Diantar Mas Verdi dan istrinya, mBak Devi. Kami bertiga, ditambah putranya Axel, sebelumnya janjian untuk bertemu di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Untuk berziarah ke makam Ibu Bintari (wafat 2 Desember 2007), Widhiana Laneza (20 Desember 2005) dan juga adiknya Liana Rasanti (23 Desember 1965).

Menengok ke belakang, berita meninggalnya Anez saya terima kabarnya melalui email yang tidak terduga-duga. Dikirimkan oleh Mas Verdi Amaranto. Tanggal 22 Desember 2005. Padahal di tahun 1986 saya belum mengenalnya, karena saat itu ia belajar di Paris.

Di bulan Desember yang pedih itu Mas Verdi, dengan bantuan Google saat melacak nama adiknya, tersandung pada salah isi satu blog saya. Di blog itu saya menyebut Anez sebagai  wanita indah. Kontak saya dengan masa lalu terjadilah. Kontak yang pedih.

Buku humor satwa.Untuk mengenang Anez, saya kemudian membuat beberapa blog. Termasuk blog yang isinya berbagi cerita ringan betapa hobi Anez yang unik, yang menyayangi 3-4 anjingnya, telah mengilhami saya saat itu untuk menulis buku lelucon saya yang pertama.

Dalam kunjungan Desember 2011, fotokopi buku humor satwa itu saya berikan kepada Bapak Taufik. Karena beliau sebelumnya telah berusahamencarinya di toko-toko buku dan tidak menemukannya. Memang sudah out of print.

Ketika bertemu kembali untuk pertama kali, November 2011,suasana obrolan adalah suasana hati orang-orang yang kehilangan. Di tahun 1986, kami mengobrol berempat. Kini Ibu Bintari dan Anez tidak lagi hadir di antara kita. Tetapi mereka tetap hidup dalam kenangan. Kenangan itu pula yang membuat saya merasa berharga, yaitu ketika Pak Taufik menunjukkan sebuah bundel manuskrip berukuran A4 yang dijilid.

Pada halaman depan ditempel foto Anez.
Isi manuskrip itu adalah lembaran-lembaran print out artikel-artikel diblog  http://song4anez.blogspot.com  yang saya tulis tentang dirinya.

Anez lahir 28 April 1963 di Brusells, Belgia. “Dulu waktu diBrussels, kami tinggal di rue d’Arlon, pojok rue d’arlon-rue billiard,” jelas Mas Verdi, Maret 2013. Anez yang Sarjana Sastra dari jurusan Arkeologi UI dan hobi membaca itu meninggal dunia di Denpasar, Bali, 20 Desember2005.

Anez memiliki nomor induk mahasiswa 0782030297 dan menulis skripsi berjudul  Faktor Penyebab Keausan Gigi Pada Komunitas Pantai(1988). Tautan : http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/green/dataIdentifier.jsp?id=20156412. Ia berkarier di bidang perhotelan di Bali.

"Saya suka perhotelan karena bersentuhan dengan dunia pariwisata. Saya bisa sekalian mempromosikan Indonesia," ungkap Widhiana Laneza di majalah SWA 05/XIV/ 6 Maret 1998 (Hal.74).  

"Mengenal beragam budaya merupakan sesuatu yang menarik buat saya. Salah satu hal yang membuat saya terjun ke dunia perhotelan adalah karena saya bisa berkontak dengan orang dari berbagai bangsa dan budaya," papar Direktur Penjualan Sheraton, Senggigi, Lombok, yang sarjana arkeologi lulusan Universitas Indonesia(1988) ini.

"Anez adalah seorang persona yang istimewa. Kami sangat kehilangan Anez dan sikap hidupnya yang begitu positif dan ceria. Anez akan selalu berada di dalam hati seluruh keluarga besar Hotel Tugu Bali."

Demikian isi email dari Dewi Anggreni, teman sekerjanya, ketika mengirimkan foto Anez bersama teman sekerjanya kepada saya, tanggal 25 Januari 2006.  

Anez 50 Tahun. Warisan buku-buku koleksi Widhiana Laneza masih tersimpan di ruang perpustakaan keluarga. Saya sempat membolak-balik beberapa buku di antara koleksinya itu, untuk mencari dan mengais sesuatu cerita yang tersisa. Mungkin coretan bolpoin, bekas kopi, dan juga tanda tangannya.


Kalau saja waktu bisa diputar balik, saya ingin mendengarkan apa pendapat dia tentang isi buku-bukunya itu. Dan kemudian, mungkin aku akan membuat jengkel Anez, karena pada saat itu pula aku akan memintanya untuk menuliskannya. Untukmembagikannya. Di blog, misalnya.

Sudahlah. Anez  memiliki cara dan jalan hidup sendiri yang istimewa untuk bisa berguna, untuk bisa membahagiakan orang lain, dan juga untuk bisa terus dikenang. Saya senang bisa ikut menuliskan warisan dirinya.

Tanggal 28 April 2013.
Anez tepat berusia 50 tahun.

“Selamat ulang tahun, Anez.
Semoga kau kini senantiasa sejahtera di sisiNya.”

Wonogiri, 28-29 April 2013

2 comments:

  1. terimakasih dan semoga informasi ini dapat menambah ilmu kita semua

    ReplyDelete
  2. nice post sob..
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...salam kenal yach...
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    agen poker online terpercaya...poker uang asli..
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
    serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
    di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
    main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

    ReplyDelete